Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2026

S.A.S Ponto putra Bolangitang

Gambar
  S.A S Ponto S.A.S Ponto  atau Simon Anton Samidin Ponto lahir di Bolangitang (Bolaang Mongondow Utara) Sulawesi Utara pada 14 Desember 1902. Putra pasangan Sinjo Ponto dan Matina Usup Lauma. Melalui keputusan kerajaan No.99 tertanggal 13 September mendapat Ridder Orde van Oranje -Nassau( Ksatria Orde Oranje-Nassau)  dari Ratu Belanda Wilhelmina.  Di tuturkan anak cucu keturunan S.A.S Ponto bahwa bahwa penghargaan tersebut diberikan karna jasanya memberantas hama tanaman kaktus liar di Makassar .Tanaman kaktus yang semula menjadi pagar di perkampungan di Makassar agar binatang buas tidak memasuki pekarangan, tumbuh menjadi tanaman liar yang tidak terkendali, menurut cerita S.A.S Ponto membasmi tanaman liar tersebut menggunakan kutu putih.S.A.S Ponto juga banyak menulis tentang hewan serangga diantaranya De teken oost van den indischen archipel , Papuana torrel. S.A.S Ponto tugas di Landbouw ( Departemen Pertanian) Hindia Belanda tahun 1935 - 1946. Lulus sekolah pert...

Jejak kolonial Inggris di Sulawesi Utara

Gambar
  Peta Sulawesi   Awal bulan Maret 1797 kapal kapal Inggris yakni Resistance dibawah komandan Captain  Edward Pakenkam dan HMS Orpheus dibawah komandan Captain Henry Newcombe tiba di Manado. Residen Belanda di Menado George Frederik  Durr tanggal 4 Maret 1797 menyerahkan Manado kepada Captain Edward Pakenkam. " Di bawah bendera Engres" demikian narasi pada kontrak Raja Bolangitang Salomon Ponto atau lebih populer disebut Raja Salmon Muda Ponto  ( Pontoh ). Pada April 1811 Raja Bolangitang Salomon Ponto beserta Bobato ( perangkat kerajaan ) membuat kontrak dihadapan Charles Forbes residen Inggris di Manado , tepatnya di benteng Niew Amsterdam. Kontrak Raja Salomon Ponto (1)  "Semua kontrak apa sudah bawa dan terkunci     diantara Companie akan tiada lagi terangkat dan memegang itu ....melainkan kami terjunjung dibawah bendera Engres" Demikian sebahagian narasi pada kontrak bertarik April 1811 tersebut. Kontrak dengan kolonial Inggris ini ...

Raja Bolangitang Bonji Ponto-Pontoh

Gambar
  Pengganti Raja Suit Ponto adalah Bonji Ponto, mulai memerintah Bolaang-Itang tahun 1887. Sampai tahun 1893 dinyatakan Raja Bonji belum dikonfirmasi. la telah meneken kontrak dengan Residen Manado Eeltje Jelles Jellesma 12 September 1895 dan tambahan kontrak 25 Juli 1897. Kontrak terakhir yang ditekennya 26 Maret 1901. Raja Bonji terkenal sebagai pembaharu dengan membangun Komalig (istana) dan masjid. Sebuah sekolah didirikan pula dengan dipimpin guru N.L.Ponto. Lama memerintah, ia minta berhenti karena usia tua dan sakit. Resminya ia diberhentikan dengan hormat, berdasar beslit gubernemen 18 September 1906 nomor 10. Dengan beslit 18 September 1906 itu telah diangkat Philip Ponto menjadi pejabat Raja Bolaang-Itang dengan sebutan President Raja. Namun, catatan lain menyebut Sinjo Ponto,anak Bondji Ponto yang menjabat Jogugu diangkat sebagai President Raja menjalankan pemerintahan Bolaang-Itang utuk sementara waktu setelah Bondji Ponto mengundurkan diri. Pembangunan jem...